TELAH TERBIT: Halaman Rumah; Sekumpulan Sajak Yayan Triyansyah

Mulai 02 Februari 2011, buku ini bisa dipesan melalui akun fb: Yayan Triyansyah (http://www.facebook.com/triyansyahii1) twitter: (@rozaqtriyansyah ) saya, atau email: y.triyansyah@yahoo.com atau meninggalkan koment di bawah inidengan menyertakan alamat lengkap.
Beberapa testimoni/endorsement:
“Yayan memetik buah-buah puisi di halaman Semarang, Rembang, Eloprogo, Cirebon, Jakarta, dan Batam dalam rasa serba renyah nan rekat tanpa tercicip rasa cabe Chairil, garam Rendra, terasi Afrizal, micin Jokpin, apalagi tepung kanjinya Tardji karena memang buah-buahnya matang di batang pikiran dan perasaannya; tanpa perlu dimasak-dibumbu. Buah-buah itu akan mengajak kita pulang ke rumah masing-masing, dan menemukan buah-buah puisi kita sendiri.”
[Gus Noy, penikmat sastra, asal Bangka tinggal di Balikpapan]
“Ini endorsment dari saya, saya menikmati puisimu, selamat untuk kumpulannya. Salam hangat,”
[Esha Tegar Putra, Penyair tinggal di Padang]
“Yayan mencoba mencari-cari gaya pengucapannya sendiri. Mencoba mencari bentuk lain dari perspektif peristiwa yang sampai dan yang terbaca oleh dirinya. Membaca kumpulan puisi “Halaman Rumah” ini, seperti bertandang ke halaman pencarian penyairnya yang penuh kejutan-kejutan…”
[Bode Riswandi, Penyair tinggal di Tasikmalaya]
“Energi puitis Yayan sepertinya tak habis-habis menggeluti kata yang mungkin rumit dicerna. Kalimat panjang bertumpuk tanpa tanda baca, mungkin membuat pembaca akan kesulitan memahaminya dengan cara scaning”
[Nanang Suryadi, Penyair yang Dosen, tinggal di Malang]
“Halaman Rumah Yayan adalah sebuah sudut tempat ia bermain. Sajak-sajaknya melemparkan kita pada berbagai ingatan. Ada sketsa tentang rindu, kepedihan dan keindahan cinta, hingga halaman sunyi tempat bertapa Sang Penyair. Lewat sajak yang sederhana, penyair membawa persoalan yang tidak sederhana”
[Hanna Fransisca, Penyair dan Prosais tinggal di Jakarta]
“Beberapa sajak Yayan dalam buku ini, sampai pada saya seperti gumam, serupa igau, mungkin desah, terkadang lenguh dan juga keluh. Namun, di saat lain menjelma kisah, memeram serpih-serpih petuah, yang terasa sangat halus, hampir samar. Menikmati sajak-sajaknya, seperti menghayati tegukan demi tegukan arak, yang perlahan menggapai puncak nikmat, kemudian tanpa sadar berkubang dalam kemabukan kata-kata…”
[Wayan Sunarta, Penyair, menetap di Bali]
“Puisi-puisi Yayan berada di antara lalu-lintas teks digital dan teks konvensional (cetak) yang seperti jalan protokol pada pukul 07.00 di kota-kota besar negeri ini. Mungkin, ia adalah pedagang asongan di lampu merah, pengemudi mobil mewah yang tiap sebentar membunyikan klakson, pengendara motor yang menyalip, pemabuk tertidur di trotoar jalan, polisi lalu-lintas meniup pluit, seorang penumpang bis kota yang sesak dan berusaha sabar dengan membayangkan menyusuri jalan tanah pedusunan berembun sambil mendengar lagu The Passenger mengalir dari iTunes. Atau mungkin, ia adalah penumpang bis kota yang (mendadak) jatuh cinta pada penumpang di sebelahnya.”
[Y. Thendra BP, Penyair yang Feminum]
————————————————–
Copyriht©Yayan Triyansyah
Cetakan Pertama: Januari 2011
Penata Letak: Anindra Saraswati
Desain Sampul: Day Milovich
Penerbit: Indie Book Corner
Harga: Rp 34.900,- (XVI+72 Hlm. Bookpaper)
ISBN:
978-602-97441-5-6
karena keterbatasan cetak buku ini, sementara untuk cetakan perdana belum beredar di toko buku. untuk pembelian langsung di sini melalui account saya, (belum termasuk ongkos kirim). Kirim pesan pemesanan dan alamat yang dituju di INBOX FB saya ( http://www.facebook.com/triyansyahii1 ) atau email : y.triyansyah@yahoo.com atau lewat koment di bawah. Buku akan dikirim melalui Pos/ Tiki/ JNE. Pembayaran melalui transfer ke rekening:
BNI KC UNNES SEMARANG
0113462356
a.n. ROZAQ TRIYANSYAH
BISA DIPESAN melalui inbox fb saya atau via email: y.triyansyah@yahoo.com atau meninggalkan koment di bawah ini
*Dengan memesan ke penulisnya langsung (saya), teman-teman akan mendapatkan tanda tangan saya (jika dirasa perlu) juga sangat membantu dan menghargai kesejahteraan penulis.
Salam hangat
Yayan Triyansyah