Cawan Racun

  • hanya sebuah tempat untuk menuangkan anggur, kopi, atau kadang-kadang bir. Tapi, jangan salah, tempat itu sangat akrab dengan bibir, bekas dan rasanya tentu akan tetap ada seperti kenangan.
  • terkadang kita sering lupa, bagaimana membiasakan kerumitan menjadi biasa saja, juga malah terlalu sering membiasakan hal-hal (yang dianggap kecil) hilang tak tersentuh, lalu lupa hal biasa — yang akhirnya — menjadi alasannya
  • itu kenapa saya beralasan menuliskan segala yang ingin saya tulis, tanpa mengategorikan (kecuali yang saya kategorikan) genre atau jenis tulisan macam apa yang ada di sini, dan semuanya sila untuk berkomentar, bagaimana rasa arak, anggur, tuak, ciu, kopi, susu, atau segala yang dianggap obat, maupun racun.
  • bukan dimaksudnkan untuk meracuni sesiapa, hanya mencoba meracuni diri sendiri dan yang ikut singgah, membaca. di sini, mungkin akan meniadakan Tuhan, tapi sebenarnya di sini bisa jadi tempat Tuhan paling akrab bersemayam….
  • bagi yang ingin mengikuti, atau ingin menyempil kata atau entah apa yang ada disini, sila saja… tapi maaf, bukan bermaksud mengakui hak paling milik dari kata atau apalah yang di sini, hanya saja, saya masih sangat memercayai kalau setiap kata yang berkait simpul itu memiliki perjalanannya sendiri bersama penganggitnya, walau mungkin tak bisa disebut penganggit itu sebagai pencipta(bisa juga pencuri) tapi sebagai sebagaimana penikmat racun yang baik, seyogianya, disebutkanlah siapa peraciknya…
  • akhir kata, wassalamualaikum wr.wb.. namaste.. salam sejahtera.. dan mari meracik dan menikmati racun, serta meracuni diri sendiri…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s